11.12.07
1.12.07
Bersyukurlah
Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang Pak Guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.
" Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini.
Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuat kalian bahagia ? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini ?"
Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari Pak Guru,
" Ya, ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidup kalian ..."
Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan Pak Guru itu menunjuk pada seorang murid.
" Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui ? Berbagilah dengan teman-temanmu .."
Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, " Seminggu yang lalu, adalah saat-saat yang sangat besar buat saya. Orang tua saya, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang saya impikan selama ini."
Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu. "Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu !"
Pak Guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka, terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir.
Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung.
Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara,hingga terdengar suara dari arah belakang. " Pak Guru ... Pak, saya belum bercerita."
Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya.
" Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua," ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu.
" Apa hal terbesar yang kamu dapatkan ?" ujar Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.
" Keberhasilan terbesar buat saya, dan juga buat keluarga saya adalah ...
saat nama keluarga kami tercantum dalam Buku Telepon yang baru terbit 3 hari yang lalu."
Sesaat senyap.
Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu.
Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu.
Dari sudut kelas, ada yang berkomentar,
" Ha ? Saya sudah sejak lahir menemukan nama keluarga saya di Buku Telepon. Buku Telepon ?
Betapa menyedihkan ... hahaha ..."
Dari sudut lain, ada pula yang menimpali,
" Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu ?"
Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan. Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.
" Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak ..."
Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara.
" Ya, memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah saya dapatkan. Dulu, Papa saya bukanlah orang baik-baik. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa di kejar polisi."
Matanya tampak menerawang.
Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.
" Tapi, kini Papa telah berubah. Dia telah mau menjadi Papa yang baik buat keluarga saya. Sayang, semua itu tidak butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Papa saya.
Dan kini, Papa berhasil. Bukan hanya itu, Papa juga membeli sebuah rumah kecil buat kami. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi."
" Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluarga saya ada di Buku Telepon ?
Itu artinya, saya tak perlu lagi merasa takut setiap malam dibangunkan Papa untuk terus berlari.
Itu artinya, saya tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang saya sayangi.
Itu juga berarti, saya tak harus tidur di dalam mobil setiap malam yang dingin.
Dan itu artinya, saya, dan juga keluarga saya, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya."
Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir.
" Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang saya dapatkan nanti ..."
Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk.
Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan.
Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan.
Mereka juga belajar satu hal :
" Bersyukurlah dan berbahagialah setiap kali kita mendengar keberhasilan orang lain. Sekecil apapun ...Sebesar apapun ..."
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
19.24
0
komentar
9 Alasan Pria Menikah
Pernah ada yang kirim email ke saya katanya dari blog majalah AdInfo Pluit, tapi pas dikunjungi nggak ada. Ya sudah pokoknya silahkan dibaca deh alasan-alasan pria nikah:
Cinta
Suatu hari Bram berkenalan dengan Rien. Pada detik itu juga, Bram langsung merasa cocok. “Semua yang ada padanya klop denganku. Sebentar saja tak bertemu, rasanya ada sesuatu yang hilang.” Kata Bram. Selanjutnya Bram dan Rien semakin akrab, bahkan mereka dengan cepat mengetahui isi hati dan kepala masing-masing.”Jadi, apalagi yang kami tunggu?”
Menikah karena alasan cinta memang hal yang paling sering terjadi. Dan untuk yang satu ini sulit dicari penjelasannya.. Mungkin lebih tepat disebut misteri. Cinta memang bisa terbit pada pandangan pertama, namun juga bisa muncul perlahan-lahan tanpa disadari. Pria yang menikah karena cinta, umumnya tak bisa menjelaskan, kenapa mereka memutuskan untuk menikah. “Terjadi begitu saja”, kata mereka. Bagi mereka, pernikahan bukanlah suatu akhir dari sebuah proses, tapi awal sebuah perjalanan baru.
Ingin Memiliki Keluarga
Umur Edo sudah 41 tahun, namun ia belum juga beristri. Hingga suatu hari, dia berkesempatan ngobrol dengan seorang rekannya yang lebih muda. Sang teman bercerita dengan penuh kebahagiaan dan kebanggan tentang anak-anaknya. “Disitulah aku mulai panic. Apakah aku nanti harus menggendong bayi saat punggungku sudah bungkuk?” tututr Edo yang kemudian memutuskan harus segera “bertindak”.
Bagi kebanyakan pria, memiliki keluarga yang harmonis dan anak-anak yang lucu adalah cita-cita yang indah. Bagi mereka, memiliki keluarga juga menjadi sumber ketenangan, dukungan, kehangatan, dan pengalaman hidup yang benar-benar baru.
Kebersamaan
Pada mulanya , Angga tak pernah berpikir menyunting Seli, mitranya di sebuah studio pahat. Hubungan mereka awalnya murni teman kerja. Bahkan Seli sempat punya pacar yang ganteng. Toh pada akhirnya Angga memberanikan diri meningkatkan hubungan dengan Seli ke jenjang yang lebih lanjut. Dan akhirnya , Angga melamar Seli. “Kami banyak melewatkan pengalaman bersama, baik dalam senang dan susah. Seli banyak membantu saya di masa-masa sulit, “ kisah Angga.
Tipe pria seperti Angga menganggap perkawinan adalah semacam kerjasama dua orang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi mereka bersama, Mereka berharap, perkawinan akan membantu mereka lebih saling mendukung dan memperhatikan selama masa-masa sulit dan masa-masa menyenangkan. Karena itu, mereka mencari pasangan hitup yang sudah teruji kualifikasinya untuk persyaratan tersebut.
Komitmen
Pria memang terkadang tampak kurang suka terlibat dalam komitmen. Tapi sesungguhnya keinginan komitmen mereka lebih dari yang diduga. Percaya atau tidak, sebagian besar pria menginginkan menikmati hari tuanya bersama seorang istri. Dan itu menunjukkan mereka tetap ingin setia pada satu pasangan hidup.
Kepercayaan
Kepercayaan juga termasuk alasan pria untuk menikah. Entah itu berupa keinginan untuk memiliki seorang yang bisa mempercayai mereka, ataupun sebaliknya yang bisa mereka percayai. Kepada siapa lagi kita bisa mengungkapkan segala kekesalan, masalah, sakit hati, bahkan rahasia pribadi, jika bukan pada pasangan hidup kita? Kepada siapa mereka bisa hidup bersetia dan bersikap jujur. Pria seperti ini akan mengiba-iba memberikan hatinya kepada perempuan yang telah mencurahkan rahasia padanya, yang membuat lelucon tentang uang belanjanya.
Persamaan Pandangan Hidup
Wanita yang memiliki pandangan hidup sama dengan dirinya, itulah yang dicari Pram. Ia mengaku sudah sering ganti pacar, namun tak satupun yang memiliki kesepakatan soal nilai-nilai hidup. “Mereka selalu memandang segala sesuatu dari sudut yang berbeda dariku”, keluh Pram. Baru ketika bertemu Teti, ia langsung terpikat dan meminangnya. Pasalnya, cara pandang Teti terhadap berbagai hal ternyata tak jauh berbeda dari Pram.”Reaksi-reaksi kami terhadap masalah politik, suasana kerja, sampai keluarga, rasa2nya hampir sama” , kata Pram.
Kecocokan ini bisa juga dipengaruhi oleh latar belakang keluarga kedua pihak yang mirip. “Bila bersama keluarga mertua, aku merasa nyaman. Bahkan hampir tak perlu melakukan penyesuaian diri”, kata pria lain.
Dalam beberapa kasus, perbedaan pandangan ini memang menjadi sumber keretakan sebuah rumah tangga..
Persahabatan Sejati
Sulit dipahami, memang. Kalau ingin bersahabat, kenapa mesti menikah? Namun perkawinan sesungguhnya adalah upaya menemukan seorang sahabat yang terbaik. Rudy, seorang pegawai bank, mengisahkan pengalaman kakak perempuannya. Sang kakak menikah begitu lulus kuliah. “Ketika itu suaminya baru merintis bisnis kecil-kecilan. Jadi keuangan mereka pas-pasan, “ tutur Rudy. Kendati serba kepepet, sang kakak di nilai Rudy mampu mengatasi masalah bersama-sama suaminya. Cekcok bukan hal aneh. “Tapi mereka juga sering bercanda dan tertawa bersama.” Bagi Rudy, pasangan tersebut saling menyayangi dan mampu menjadi sahabat yang baik.
Penerimaan Masyarakat
Alasan yang ini terkesan agak dangkal ya? Tapi pada kenyataannya, kebanyakan orang memang merasa lebih aman dan nyaman jika bekerja sama dengan seseorang yang sudah berkeluarga. Sebaliknya, mereka merasa kurang safe jika bergaul dengan mereka yang masih melajang.
Di sisi lain, status sebagai suami juga dipandang lebih terhormat daripada pria lajang. Sikap seperti ini antara lain tercermin pada peraturan kerja di perusahaan. Seorang karyawan bank mengisahkan, ia tak boleh datang ke pesta kantor karena masih bujangan. “Hanya lajang yang sudah 10 tahun bekerja yang boleh datang. Tapi pegawai lain yang baru sehari, tapi sudah beristri, otomatis boleh datang.”
Kesepian
Sebuah survey menyimpulkan bahwa pria dua kali lebih banyak mengungkapkan alasan kesepian sebagai alasan untuk menikah dibanding wanita. Masuk akal juga. Seberapa banyak pilihan kegiatan seorang pria yang tak beristri ? Kongkow-kongkow dengan temannya? Jalan-jalan ke mal? Sewa video? Apapun, setelah beberapa saat mereka jadi bosan sendirian. Tak heran jika kesepian menjadi salah satu alasan pria untuk mencari istri.
Seorang pengusaha mengisahkan, betapa ia semula lebih suka hidup membujang. Mungkin seperti lirik lagu, “Kemana-mana asalkan suka, tiada orang yang melarang.” Namun pada akhirnya ia mulai bingung memikirkan apa yang akan dilakukan selama sisa hidupnya. “Aku mulai merasa sepi. Bahkan mulai ketakutan membayangkan kematian. Sungguh, aku tak ingin meninggal, dalam kesendirian,” papar sang pengusaha yang akhirnya memutuskan menikah. “Mungkin saja aku menikah dengan alasan yang salah, tapi kesepian toh alasan juga,” tambahnya.
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
19.13
0
komentar
23.11.07
PEMUTARAN FILM TGL 15 DESEMBER 2007
Pada tgl. 15 Desember 2007 (hari Sabtu) pukul 16.30 - 17.30 WIB akan diputar sebuah film yang berjudul "My Hope Indonesia". Stasiun TV yang sudah bersedia memutar film ini adalah RCTI dan sedang diusahakan juga diputar di TransTV dan TVRI secara serentak pada tgl. 15 Des. 2007 pukul 16.30 - 17.30 WIB.
Pemutaran film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA). Film serupa pernah diputar di India dengan judul "My Hope India" dan berhasil memenangkan jutaan rakyat India untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat.
Untuk pemutaran film ini, Billy Graham Ministry melakukan doa puasa selama sebulan dari tgl. 15 Nopember s.d. 15 Desember 2007. Mereka sangat peduli akan keselamatan jiwa bangsa Indonesia, bagaimana dengan kita? Mari kita
dukung melalui doa agar pemutaran film ini benar-benar menjadi
berkat bagi bangsa Indonesia.
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
09.38
0
komentar
31.10.07
TIPS dalam Rumah Tangga
Berikut tips2 yang sangat baik bagi kehidupan berumah tangga:
1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita Jangan lah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada TUHAN melalui orang tua/wali sigadis.
3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN
4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.
5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.!
6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yg penuh onak dan duri.
7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan
8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%
9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.
10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rezeki / berkat akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri
11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita
12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.
13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ..
15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.
16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.
17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.
18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.
19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K:
1 Ketakwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
14.10
0
komentar
Surat dari Sahabat Sejati
Paul dan Raymond adalah teman kecil semasa SD. Keduanya nakal seperti anak-anak umumnya, dan sejalan waktu mereka berpisah, Raymond berangkat ke Jakarta dan dalam perjalanan hidupnya akhirnya ia bertemu Tuhan di Pria Sejati. Sementara itu Paul di Pontianak meneruskan kenakalan masa kecilnya dan hidupnya yang ugal-ugalan, menjadi pengedar narkoba, tukang pukul, tukang palak, menjalani pola pernikahan yang kawin cerai. Setelah 35 tahun tidak bertemu, pada tahun 2006 Tuhan menggerakkan hati Raymond untuk mengajak Paul ke Jakarta dan mengikuti Camp Pria Sejati. Di sana Paul diubahkan, dan tak lama sepulangnya kembali ke Pontianak, Paul mengirimkan surat ini kepada Raymond, sahabatnya....
Kok (nama kecil Raymond-red), sejak aku pulang dari Jakarta, ada 1 bulan lamanya aku merenung kenapa omongan aku yang kaya dulu ga ada keluar-keluar lagi, dan tingkah laku aku sedikit berubah dan omongan aku ngga kasar lagi.
Akhirnya aku tau inilah perubahan yang aku jalanin selama 2 hari di camp lagi itu, luar biasa dahsyatnya aku sendiri ampir ngga percaya. Puji Tuhan, mungkin ini yang dikatakan 'dipulihkan', apa gitu Kok?
Terus ada goda-godaan datang, ada cewe dulunya pernah aku pacarin, sekarang dia tinggal di luar negeri kawin ama bule. Jadi lebaran dia pulang ke Pontianak, dia ajak aku kencan ampe dua kali aku ga gubris, aku yang menghindar, aku tahu ini pasti akan jadi dosa lagi. Ampe dia balik ke luar negeri lagi. Teman-teman aku juga awal-awalnya pada ajak aku ngemiras, aku tolak mentah-mentah, tapi masih digoda terus, tapi ga mempan, my man! Aku piker aku memang udah mau tobat jadi ngapain aku sentuh-sentuh barang jahanam itu. Batin aku udah plong ga ada kesesakan, kalo dulu kok tidur aja takut, mau berdoa apa yang musti aku doakan, Bapa Kami aja aku ga hafal, apa ga parah aku? Ngebayangin wajah Yesus aja ga bisa, tapi sekarang Kok, kok berdoa malah kok bisa tidur. Dulu tidur sih tapi lama plus pake acara mimpi yang bukan-bukan. Jadi sekarang mau makan, tidur, kerja, anter anak aku sekolah ga lepas dari doa. Dan berdoa ada keampuhan rejeki tiap hari ada aja yang datang, tiap aku minta 2,3 hari kemudian ada aja rejekinya Kok!!
Jadi jangan katakan lagi kendor Kok. Aku pantang dan aku akan malu sama Yesus. Dan hidup aku udah kuserahkan sama Dia, aku tinggal jalanin kewajiban aku di dunia ini Kok, kalo ama kau paling-paling juga hanya dikatain (dinasehati-red) tapi kalo ama Yesus, (seandainya) sampe aku balik ke jalan yang lama (hidup dalam dosa lagi-red) bagus aku minum miras ampe mati. Aku udah lama ingin tobat, sekarang aku udah banyak ngerasain enaknya apa yang aku inginkan ada dan hati aku lebih tentram, lebih sabar, bisa ngasihi yang lain. Dulu aku meledak-ledak, siapapun aku ga takut Kok, (misalnya) kau punya backingan aku malah suka, tapi semua itu sekarang udah ga perlu lagi semua itu. Aku takut sama Yesus, semua dosa aku ada di tangan Dia, tinggal bagaimana di hari pengadilan oleh Dia.
Sekarang, dari hari ke hari, aku pengen lebih dekat lagi, mungkin ngga serupa ga apa kali, yang penting kelakuan dan kata-kata harus lebih diperhatikan lagi oleh aku, aku yang minta ampun tuh di pasar, kita ngalah, kita sabar lalu mau dimakan (mau mengalah). Aku ga berani lagi kaya dulu. Soalnya bukan apa, waktu itu setiap langkah aku kaya ada yang ikutin aku, kalo lagi baca buku dan ada Alkitab (seperti) ada yang ngawasi aku, sedikit-sedikit aku noleh ke belakang, ga ada apa-apa, tapi itu seringkali, sekarang udah jarang karena aku sungguh-sungguh melangkah ke jalannya Yesus.
Sekarang Kok sikap aku bisa lebih halus terhadap orang lain. Mau senyum, terus ada kelembutan sedikit, ini yang bikin orang bingung! Ini yang terus aku praktekkan. Belajar dan belajar pasti lama-lama jadi biasa juga, aku yakin itu.
Terus kesehatanku. Wow, jauh dari aku yang dulu! Lebih kekar, lebih berisi dan aku mau juga iman aku lebih berisi seperti badanku. Pokoknya lain dari yang dululah Kok!
Kelakuan aku jauh lebih berbeda Kok. Dulu aku di pasar ga boleh liat cewe cakep dikit mau itu bini orang atau masih gadis aku maju terus. Ada yang suka, sikat, mau pacaran ayo, ga juga ga apa-apa. Aku udah ngerasa, pacaran 3 bulan putus. Udah cari lagi, gampang bagi aku, tampang ada, badan yahud. Itu dulu Kok, waktu masih kedagingan, ikut jalannya setan, tapi sekarang Kok, jauhlah aku dari itu, semuanya masa lalu. Kau ga perlu khawatir dengan aku. Kok, aku udah minta ampun itu semuanya. Sekarang hidup aku, aku curahkan hanya untuk Yesus, dan aku mau dipake Kok, oleh Yesus. Aku tuh pengen jadi penyembuh bagi umat yang lain. Itu selalu aku impikan Kok.
Terus ekonomi. Kayanya lancar-lancar aja. Ga pernah kekurangan apa-apa lagi. Aku kan di daerah ya, jadi biasa aja. Cuman belanja aja ada kenaikan. Dulu Rp. 10,000,00 cukup, sekarang ngga bisa, harus lebih, kan kau tahu aku kalau di pasar sekarang udah ga (malak) lagi Kok, kau tak perlu takut dengan aku.
Dulu memang aku bajingan, sekarang aku mau jadi anaknya Tuhan. Doain aja aku. Aku takkan kecewakan kau Kok, apalagi ama Yesus, percayalah aku Kok. Kalo aku kurang kan bisa minta ama Yesus. Kalo sangat mendesak, kau pasti bisa nolong aku, kan ada di Alkitab yang hukumnya Kristus. Pokoknya aku belum kekurangan, dengan gaji aku 1 juta di Pontianak masih cukup. Oke, percaya aku.
Kok, ada cerita, waktu aku pulang dari Jakarta aku kan bawa uang dari Michael, sama adik aku yang cewe dan dari kau kau (kalian). Sampe di Pontianak aku beli mini-compo. Kalo ga beli mana aku bisa dengar lagu-lagu rohani? Biar kredit, aku bela-belain Kok. Sekarang di rumah, tiada hari tanpa lagu rohani dari pagi ampe malam. Kebetulan di Pontianak ada radio namanya Mazmur 21, gelombang 107.70 FM. Lagunya juga heboh-heboh, campur sari semuanya.
Oke semuanya sudah aku tulis buat sahabat aku. Salam buat ibu, Demas, Pak Lukas, bilangin aku maju terus di dalam nama Yesus.
Love,
Paul H.S.
(courtesy of Samuel Limas)
Catatan Redaksi
Oleh karena suatu hal, Paul hanya mengikuti camp (periode 4 tahun 2006) dan kembali ke kampung halamannya tanpa sempat mengikuti kelas-kelas berikutnya. (sumber www.priasejati.or.id)
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
14.03
0
komentar


