Mentoring adalah bagian yang sangat penting dalam kegiatan yang berhubungan dengan proses mencapai keberhasilan. Dalam aktifitas rohani sangat jelas bahwa target/goal dari mentoring adalah membuat mentoree (yang dimentor) mengalami pemulihan dan akhirnya menjadi seperti Kristus. Jadi jelas kegiatan mentoring ini harus dipersiapkan dengan matang dan terkonsep dengn baik.
123… Yes…. Menyadari begitu pentingnya kegiatan mentoring dan mengetahui bahwa keberhasilan peserta untuk mengalami breakthrough dalam arti sesungguhnya sangat tergantung dari peran aktif seorang fasilitator, Panitia Men’s Camp Area Semanan memulai pelaksanaan camp periode 5 dengan training khusus untuk para mentor/fasilitator.
Training intensif secara serius akan dilakukan 4 kali berturut-turut setiap hari Selasa oleh trainer-trainer dari Christian Men’s Network Indonesia (CMNI), dimulai 28 Agustus pukul 19.00 lalu di ruang Eagle. Nantinya para fasilitator ditargetkan mempunyai pengetahuan yang baik perihal sharing, relationship, doa, pelepasan dan semua materi yang akan dibahas di 13 sesi dari pemuridan Pria Sejati.
Pada training pertama yang dihadiri 27 fasilitator dan supervisor, tampil Arman dan Bambang Irawan sebagai pembicara. Karena peserta yang hadir rata-rata telah menjadi fasilitator pada periode-periode sebelumnya, Arman sudah tidak menekankan lagi mengenai materi-materi dari 13 sesi dari pemuridan Pria Sejati.
Dalam uraian sesuai dengan Lukas 6, Arman menyatakan di dalam pelayanannya Yesus melakukan persiapan yang cukup serius dimana Ia membaginya menurut waktu-waktu tertentu. Dimulai dari malam hari Yesus melakukan persiapan dengan terlebih dahulu melakukan retreat dengan BapaNya (berdoa secara serius & tekun). Pada siang hari Ia dengan penuh keyakinan memilih 12 orang muridnya dari banyak calon yang ada. Dan baru pada sore hari Ia melakukan pelayanan dengan melakukan muzizat-muzizat.
Maknanya? Pelayanan seorang fasilitator harus dipersiapkan dengan matang seperti Kristus. Sebelum memulai pelayanan kepada para peserta, sebagai fasilitator terlebih dulu harus sering melakukan komunikasi (personal retreat) dengan Tuhan terutama pada malam hari. Kemudian harus yakin dan percayalah bahwa fasilitator adalah orang pilihan Tuhan. Oleh karenanya jaga kepercayaan itu dengan baik agar bisa menjadi panutan bagi peserta atau bahkan orang-orang terdekat di lingkungannya. Pelihara komitmen paling tidak dari kehadiran. Dan barulah setelah itu seorang fasilitator bisa mengalami “sore”, dalam arti bisa membuat “muzizat” dimana binaannya mengalami perubahan menuju keserupaan dengan Kristus. Dashyat bukan.
Dibagian lain Arman juga memberikan pencerahan agar para fasilitator tidak loyo dan mengalami kebosonan dalam pelayanan di Pria Sejati. “Saya melihat dan merasakan banyak fasilitator di sini yang sudah mulai loyo dalam melayani,” urai Arman. “Ayo cari penyebabnya. Saya yakin itu karena anda jarang melakukan personal retreat dengan Tuhan pada malam hari. Mari kita tingkatkan lagi komunikasi dengan Tuhan, lakukan doa puasa atau doa semalaman” ajak pria yang tinggal di BSD itu. Percayalah personal retreat dengan Tuhan akan membuat kita akan di-recharge sehingga kembali powerfull.
Dalam bagian lain Arman juga menerangkan mengenai konsep Brother Keepers. Untuk menjadi maksimal sesama fasilitator harus saling menguatkan karena pada dasarnya manusia tidak bisa menguatkan dirinya sendiri. Kemudian ia membagi 27 orang menjadi 9 kelompok @ 3 orang. Masing-masing diberi waktu 3-4 menit untuk saling mendoakan di seluruh aspek kehidupan masing-masing. Sungguh penulis mengalami sesuatu yang lain setelah didoakan oleh rekan.
“Selama ini kita sering terjebak selalu mendoakan program-program supaya berhasil. Tetapi tidak mendoakan diri rekan kita sesama fasilitator secara pribadi. Mulai sekarang jalankan konsep Brother Keepers dengan baik,” lanjut dosen di beberapa perguruan tinggi itu. Setiap kelompok diminta untuk tiap hari saling komunikasi minimal via SMS dan 1 kali 1 minggu bertemu untuk saling mendoakan brother-nya. Akui dan bicarakan dosa-dosa apa yang dibuat hari ini dalam hubungan dengan istri, anak, rekan kerja/bisnis/pelayanan. Jadi jangan selalu menanyakan berkat apa yang diterima. Kemudian saling menguatkan dan berusahalah jangan mengulangi dosa.
Pertemuan berakhir pukul 21.15. Para peserta training terlihat puas dan mendapat spirit yang baru dari materi yang telah diberikan. Kepada para panitia, fasilitator dan supervisor jangan lupa untuk mengikuti training pada Selasa, 4 September 2007, pukul 19.00
Kami mengundang anda untuk mengikuti Men’s Camp periode 5 pada tanggal 2, 6-7 Oktober 2007 mendatang dengan investasi Rp. 350.000,-. Peserta camp tidak terbatas hanya bagi yang mengalami masalah-masalah berat seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Perselingkuhan, Minuman Keras, Narkoba, Judi, Perdukunan, dll. Tetapi juga perlu bagi Pria yang merasa tidak ada masalah (normal/datar saja) atas kehidupan keluarga, karir/usaha dan pelayanannya, agar dapat lebih maksimal. (Novry Simanjuntak)
3.9.07
Brother Keepers
Diposting oleh
Novry Simanjuntak
di
14.40
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar