23.11.07

PEMUTARAN FILM TGL 15 DESEMBER 2007

Pada tgl. 15 Desember 2007 (hari Sabtu) pukul 16.30 - 17.30 WIB akan diputar sebuah film yang berjudul "My Hope Indonesia". Stasiun TV yang sudah bersedia memutar film ini adalah RCTI dan sedang diusahakan juga diputar di TransTV dan TVRI secara serentak pada tgl. 15 Des. 2007 pukul 16.30 - 17.30 WIB.

Pemutaran film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA). Film serupa pernah diputar di India dengan judul "My Hope India" dan berhasil memenangkan jutaan rakyat India untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat.

Untuk pemutaran film ini, Billy Graham Ministry melakukan doa puasa selama sebulan dari tgl. 15 Nopember s.d. 15 Desember 2007. Mereka sangat peduli akan keselamatan jiwa bangsa Indonesia, bagaimana dengan kita? Mari kita
dukung melalui doa agar pemutaran film ini benar-benar menjadi
berkat bagi bangsa Indonesia.

[+/-] Selengkapnya...

31.10.07

TIPS dalam Rumah Tangga

Berikut tips2 yang sangat baik bagi kehidupan berumah tangga:

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita Jangan lah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada TUHAN melalui orang tua/wali sigadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.!

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yg penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rezeki / berkat akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ..

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K:
1 Ketakwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran

[+/-] Selengkapnya...

Surat dari Sahabat Sejati

Paul dan Raymond adalah teman kecil semasa SD. Keduanya nakal seperti anak-anak umumnya, dan sejalan waktu mereka berpisah, Raymond berangkat ke Jakarta dan dalam perjalanan hidupnya akhirnya ia bertemu Tuhan di Pria Sejati. Sementara itu Paul di Pontianak meneruskan kenakalan masa kecilnya dan hidupnya yang ugal-ugalan, menjadi pengedar narkoba, tukang pukul, tukang palak, menjalani pola pernikahan yang kawin cerai. Setelah 35 tahun tidak bertemu, pada tahun 2006 Tuhan menggerakkan hati Raymond untuk mengajak Paul ke Jakarta dan mengikuti Camp Pria Sejati. Di sana Paul diubahkan, dan tak lama sepulangnya kembali ke Pontianak, Paul mengirimkan surat ini kepada Raymond, sahabatnya....


Kok (nama kecil Raymond-red), sejak aku pulang dari Jakarta, ada 1 bulan lamanya aku merenung kenapa omongan aku yang kaya dulu ga ada keluar-keluar lagi, dan tingkah laku aku sedikit berubah dan omongan aku ngga kasar lagi.

Akhirnya aku tau inilah perubahan yang aku jalanin selama 2 hari di camp lagi itu, luar biasa dahsyatnya aku sendiri ampir ngga percaya. Puji Tuhan, mungkin ini yang dikatakan 'dipulihkan', apa gitu Kok?

Terus ada goda-godaan datang, ada cewe dulunya pernah aku pacarin, sekarang dia tinggal di luar negeri kawin ama bule. Jadi lebaran dia pulang ke Pontianak, dia ajak aku kencan ampe dua kali aku ga gubris, aku yang menghindar, aku tahu ini pasti akan jadi dosa lagi. Ampe dia balik ke luar negeri lagi. Teman-teman aku juga awal-awalnya pada ajak aku ngemiras, aku tolak mentah-mentah, tapi masih digoda terus, tapi ga mempan, my man! Aku piker aku memang udah mau tobat jadi ngapain aku sentuh-sentuh barang jahanam itu. Batin aku udah plong ga ada kesesakan, kalo dulu kok tidur aja takut, mau berdoa apa yang musti aku doakan, Bapa Kami aja aku ga hafal, apa ga parah aku? Ngebayangin wajah Yesus aja ga bisa, tapi sekarang Kok, kok berdoa malah kok bisa tidur. Dulu tidur sih tapi lama plus pake acara mimpi yang bukan-bukan. Jadi sekarang mau makan, tidur, kerja, anter anak aku sekolah ga lepas dari doa. Dan berdoa ada keampuhan rejeki tiap hari ada aja yang datang, tiap aku minta 2,3 hari kemudian ada aja rejekinya Kok!!

Jadi jangan katakan lagi kendor Kok. Aku pantang dan aku akan malu sama Yesus. Dan hidup aku udah kuserahkan sama Dia, aku tinggal jalanin kewajiban aku di dunia ini Kok, kalo ama kau paling-paling juga hanya dikatain (dinasehati-red) tapi kalo ama Yesus, (seandainya) sampe aku balik ke jalan yang lama (hidup dalam dosa lagi-red) bagus aku minum miras ampe mati. Aku udah lama ingin tobat, sekarang aku udah banyak ngerasain enaknya apa yang aku inginkan ada dan hati aku lebih tentram, lebih sabar, bisa ngasihi yang lain. Dulu aku meledak-ledak, siapapun aku ga takut Kok, (misalnya) kau punya backingan aku malah suka, tapi semua itu sekarang udah ga perlu lagi semua itu. Aku takut sama Yesus, semua dosa aku ada di tangan Dia, tinggal bagaimana di hari pengadilan oleh Dia.

Sekarang, dari hari ke hari, aku pengen lebih dekat lagi, mungkin ngga serupa ga apa kali, yang penting kelakuan dan kata-kata harus lebih diperhatikan lagi oleh aku, aku yang minta ampun tuh di pasar, kita ngalah, kita sabar lalu mau dimakan (mau mengalah). Aku ga berani lagi kaya dulu. Soalnya bukan apa, waktu itu setiap langkah aku kaya ada yang ikutin aku, kalo lagi baca buku dan ada Alkitab (seperti) ada yang ngawasi aku, sedikit-sedikit aku noleh ke belakang, ga ada apa-apa, tapi itu seringkali, sekarang udah jarang karena aku sungguh-sungguh melangkah ke jalannya Yesus.

Sekarang Kok sikap aku bisa lebih halus terhadap orang lain. Mau senyum, terus ada kelembutan sedikit, ini yang bikin orang bingung! Ini yang terus aku praktekkan. Belajar dan belajar pasti lama-lama jadi biasa juga, aku yakin itu.

Terus kesehatanku. Wow, jauh dari aku yang dulu! Lebih kekar, lebih berisi dan aku mau juga iman aku lebih berisi seperti badanku. Pokoknya lain dari yang dululah Kok!

Kelakuan aku jauh lebih berbeda Kok. Dulu aku di pasar ga boleh liat cewe cakep dikit mau itu bini orang atau masih gadis aku maju terus. Ada yang suka, sikat, mau pacaran ayo, ga juga ga apa-apa. Aku udah ngerasa, pacaran 3 bulan putus. Udah cari lagi, gampang bagi aku, tampang ada, badan yahud. Itu dulu Kok, waktu masih kedagingan, ikut jalannya setan, tapi sekarang Kok, jauhlah aku dari itu, semuanya masa lalu. Kau ga perlu khawatir dengan aku. Kok, aku udah minta ampun itu semuanya. Sekarang hidup aku, aku curahkan hanya untuk Yesus, dan aku mau dipake Kok, oleh Yesus. Aku tuh pengen jadi penyembuh bagi umat yang lain. Itu selalu aku impikan Kok.

Terus ekonomi. Kayanya lancar-lancar aja. Ga pernah kekurangan apa-apa lagi. Aku kan di daerah ya, jadi biasa aja. Cuman belanja aja ada kenaikan. Dulu Rp. 10,000,00 cukup, sekarang ngga bisa, harus lebih, kan kau tahu aku kalau di pasar sekarang udah ga (malak) lagi Kok, kau tak perlu takut dengan aku.

Dulu memang aku bajingan, sekarang aku mau jadi anaknya Tuhan. Doain aja aku. Aku takkan kecewakan kau Kok, apalagi ama Yesus, percayalah aku Kok. Kalo aku kurang kan bisa minta ama Yesus. Kalo sangat mendesak, kau pasti bisa nolong aku, kan ada di Alkitab yang hukumnya Kristus. Pokoknya aku belum kekurangan, dengan gaji aku 1 juta di Pontianak masih cukup. Oke, percaya aku.

Kok, ada cerita, waktu aku pulang dari Jakarta aku kan bawa uang dari Michael, sama adik aku yang cewe dan dari kau kau (kalian). Sampe di Pontianak aku beli mini-compo. Kalo ga beli mana aku bisa dengar lagu-lagu rohani? Biar kredit, aku bela-belain Kok. Sekarang di rumah, tiada hari tanpa lagu rohani dari pagi ampe malam. Kebetulan di Pontianak ada radio namanya Mazmur 21, gelombang 107.70 FM. Lagunya juga heboh-heboh, campur sari semuanya.

Oke semuanya sudah aku tulis buat sahabat aku. Salam buat ibu, Demas, Pak Lukas, bilangin aku maju terus di dalam nama Yesus.

Love,

Paul H.S.

(courtesy of Samuel Limas)

Catatan Redaksi
Oleh karena suatu hal, Paul hanya mengikuti camp (periode 4 tahun 2006) dan kembali ke kampung halamannya tanpa sempat mengikuti kelas-kelas berikutnya. (sumber www.priasejati.or.id)

[+/-] Selengkapnya...

20.9.07

Tiga Tekanan Dalam Hidup Pria

Seorang pria berumur 45 tahun datang menghampiri saya dengan wajah sedih menceritakan kisah hidupnya yang menurutnya sudah tidak ada harapan. Kami bertemu beberapa bulan lalu seusai pertemuan Pria Sejati. Terkejut mendengar perkataannya, “Pak, jika saya tidak diajak teman untuk mengikuti acara ini, saya dan keluarga pasti sudah hangus terbakar di rumah.”

Ia melanjutkan, “Saya berencana membakar istri, anak-anak, dan saya sendiri di dalam rumah karena tidak sanggup lagi menghadapi masalah ini. Saya tidak ingin istri dan anak-anak menanggung beban ini. Jadi lebih baik kami mati.”

Dalam 2 tahun terakhir, saya menemukan banyak pria hidup mengenaskan seperti pria di atas. Keadaan tersebut ditemukan mulai dari hubungan suami-istri, orang tua-anak hingga masalah keuangan dan tekanan pekerjaan.

Walau banyak orang berpendapat, bahwa pria dianggap pelaku penyebab kekacauan rumah tangga, namun saya juga menemukan pria adalah ‘korban’. Korban masa lalunya yang buruk, korban respon orang-orang di sekelilingnya yang melecehkan dan meremehkan hidupnya.

Akhirnya pria menjadi sosok yang letih, stres, tertekan di tengah perubahan dan tantangan yang makin berat, demikian dikatakan Patrick Morley dalam bukunya, “Seven Seasons of the Man in the Mirror”.

Saya merangkum paling tidak ada 3 tekanan utama yang menyebabkan pria menjadi letih, stres, akhirnya memilih kabur dari masalah dan terjebak dalam perselingkuhan, perjudian, pembunuhan, dan sebagainya.

1. Tekanan Pekerjaan
Pria harus bekerja. Betul! Tapi yang menjadi tekanan adalah upaya mempertahankannya agar tetap bisa hidup. Pria jadi berhitung apakah penghasilannya cukup atau tidak. Belum lagi kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak, hutang kartu kredit yang tak kunjung selesai.

Sebaliknya, bagi yang memiliki keuangan mapan, bisa saja terjebak pada pemikiran bagaimana menghasilkan lebih banyak lagi. Belum lagi datang tekanan dari orang-orang muda yang lebih kreatif, memiliki energi kerja lebih besar dibanding orang-orang yang sudah tua.

Loyalitas sepertinya tidak dianggap sebagai sesuatu yang berarti, digantikan kreativitas, fleksibilitas dan kecepatan. Akibatnya, banyak pria mengejar performa hingga harus rela pulang lebih malam, menggunakan waktu berlibur keluarga dengan bekerja. Akhirnya menjadi stres, kuatir, takut digeser posisinya, dan kehilangan pekerjaan.

2. Tekanan Informasi & Komunikasi
Teknologi seharusnya membantu manusia dapat hidup lebih baik. Kenyataanya, banyak orang termasuk pria diperbudak teknologi. Orang yang tidak bijak, akhirnya mengorbankan prioritas lain termasuk waktu bersama keluarga.

Jangan-jangan komputer dan handphone sudah menjadi ‘pesaing’ keluarga. Bangun tidur yang dicari handphone, komputer, membuka email dan seterusnya. Sepertinya kita tidak bisa menghindar dari teknologi karena pekerjaan menuntut bisa dihubungi setiap saat dengan respon cepat.

Pria telah dibombardir informasi melalui teknologi, seakan-akan ada keharusan yang memaksa hingga harus menggeser prioritas waktu keluarganya. Sekalipun mereka mengatakan berlibur bersama keluarga, namun handphone mereka tetap berdering untuk urusan pekerjaan.

Di tengah berlibur, hadir stres. Sampai ada orang yang mengatakan tidak lagi “I hate Monday” (saya benci hari Senin), melainkan “I hate Sunday Evening” (saya benci hari Minggu sore), mengapa? Karena besoknya hari Senin, harus bekerja lagi.

Banyak istri dan anak-anak mengeluhkan suami dan papanya tidak lagi punya waktu untuk ngobrol tanpa gangguan. Padahal seharusnya, pria membutuhkan waktu untuk merefleksikan dirinya, istirahat tanpa gangguan, dan kesegaran bagi jiwanya.

3. Tekanan Perjalanan
Berapa banyak waktu yang dihabiskan seorang pria di tengah perjalanan? Hidup di kota besar seperti Jakarta, kita menghabiskan paling sedikit 3 jam di jalan. Dalam seminggu kita menghabiskan lebih kurang 1 hari hanya untuk perjalanan. Belum lagi tugas keluar kota dari kantor yang menggunakan pesawat terbang.

Perjalanan yang melelahkan ini berakibat pada kesehatan di mana kecenderungan mengkonsumsi makanan cepat saji sangat tinggi bahkan tidak teraturnya pola makan. Banyak pria tidak sehat hidupnya karena hal ini.

Tidak sehat membuat hubungan pria terganggu dengan keluarganya, ia menjadi tidak segar ketika pulang ke rumah. Saya menemukan sebagian besar kehancuran hidup pria ada di area ini. Ia menjadi rentan dengan godaan, khususnya hal seksual ketika melakukan perjalanan ke luar kota.

Apabila sebagai pria ditekan terus dengan ketiga hal itu, satu waktu ia menjadi dingin, kehilangan semangat, dan dapat berakibat fatal seperti pria di awal tadi.
Seandainya Anda seorang istri setelah membaca ini melihat bahwa suami Anda mengalami hal serupa, jangan putus asa. Ada sebuah cara yang dapat mengatasi ketiga tekanan ini. Pria harus mau datang kepada Tuhan untuk di’audit’ atau mengijinkan Tuhan melakukan ‘general check-up’ secara rohani dan jiwa.

Pria harus mau menyediakan waktu merefleksikan dirinya secara berkala, terhindar sesaat saja dari kesibukan, bertemu Sang Auditor hidup terbaik.
Ketika Tuhan melakukan ‘audit’, pandanglah bahwa DIA sebagai penolong. Pria yang saya ceritakan di awal tadi akhirnya dipulihkan Tuhan setelah ia menyerahkan dirinya untuk di’audit’ oleh Tuhan. Sungguh luar biasa, bukan?

Tuhan tidak akan pernah rela melihat Anda dan keluarga hidup dalam kehancuran. Jika Anda berkata sepertinya sudah terlambat, sudah terjerumus demikian parah, itu adalah tanda bahwa cara Anda sudah tidak mampu membereskan. Tinggal caranya Tuhan yang unik dan pasti selalu tepat pada waktu-NYA. Sekarang saatnya Anda membuka pikiran dan hati kepada DIA untuk sepenuhnya dibereskan dengan cara-NYA.
Bill Perkins menginspirasi banyak pria melalui prinsipnya yang berbunyi “Success at work, fail at home means FAIL COMPLETELY” (Sukses di pekerjaan, gagal dalam keluarga, adalah Gagal Seluruhnya). Mari menjadi pria yang sukses seutuhnya.

Oleh: Arman Harijanto
Trainer Christian Men’s Network Indonesia
Tulisan ini diinspirasikan dari Patrick Morley – Seven Seasons of the Man in the Mirror

Sumber: Majalah Komunitas AdInfo

[+/-] Selengkapnya...

3.9.07

Brother Keepers

Mentoring adalah bagian yang sangat penting dalam kegiatan yang berhubungan dengan proses mencapai keberhasilan. Dalam aktifitas rohani sangat jelas bahwa target/goal dari mentoring adalah membuat mentoree (yang dimentor) mengalami pemulihan dan akhirnya menjadi seperti Kristus. Jadi jelas kegiatan mentoring ini harus dipersiapkan dengan matang dan terkonsep dengn baik.

123… Yes…. Menyadari begitu pentingnya kegiatan mentoring dan mengetahui bahwa keberhasilan peserta untuk mengalami breakthrough dalam arti sesungguhnya sangat tergantung dari peran aktif seorang fasilitator, Panitia Men’s Camp Area Semanan memulai pelaksanaan camp periode 5 dengan training khusus untuk para mentor/fasilitator.

Training intensif secara serius akan dilakukan 4 kali berturut-turut setiap hari Selasa oleh trainer-trainer dari Christian Men’s Network Indonesia (CMNI), dimulai 28 Agustus pukul 19.00 lalu di ruang Eagle. Nantinya para fasilitator ditargetkan mempunyai pengetahuan yang baik perihal sharing, relationship, doa, pelepasan dan semua materi yang akan dibahas di 13 sesi dari pemuridan Pria Sejati.

Pada training pertama yang dihadiri 27 fasilitator dan supervisor, tampil Arman dan Bambang Irawan sebagai pembicara. Karena peserta yang hadir rata-rata telah menjadi fasilitator pada periode-periode sebelumnya, Arman sudah tidak menekankan lagi mengenai materi-materi dari 13 sesi dari pemuridan Pria Sejati.

Dalam uraian sesuai dengan Lukas 6, Arman menyatakan di dalam pelayanannya Yesus melakukan persiapan yang cukup serius dimana Ia membaginya menurut waktu-waktu tertentu. Dimulai dari malam hari Yesus melakukan persiapan dengan terlebih dahulu melakukan retreat dengan BapaNya (berdoa secara serius & tekun). Pada siang hari Ia dengan penuh keyakinan memilih 12 orang muridnya dari banyak calon yang ada. Dan baru pada sore hari Ia melakukan pelayanan dengan melakukan muzizat-muzizat.

Maknanya? Pelayanan seorang fasilitator harus dipersiapkan dengan matang seperti Kristus. Sebelum memulai pelayanan kepada para peserta, sebagai fasilitator terlebih dulu harus sering melakukan komunikasi (personal retreat) dengan Tuhan terutama pada malam hari. Kemudian harus yakin dan percayalah bahwa fasilitator adalah orang pilihan Tuhan. Oleh karenanya jaga kepercayaan itu dengan baik agar bisa menjadi panutan bagi peserta atau bahkan orang-orang terdekat di lingkungannya. Pelihara komitmen paling tidak dari kehadiran. Dan barulah setelah itu seorang fasilitator bisa mengalami “sore”, dalam arti bisa membuat “muzizat” dimana binaannya mengalami perubahan menuju keserupaan dengan Kristus. Dashyat bukan.

Dibagian lain Arman juga memberikan pencerahan agar para fasilitator tidak loyo dan mengalami kebosonan dalam pelayanan di Pria Sejati. “Saya melihat dan merasakan banyak fasilitator di sini yang sudah mulai loyo dalam melayani,” urai Arman. “Ayo cari penyebabnya. Saya yakin itu karena anda jarang melakukan personal retreat dengan Tuhan pada malam hari. Mari kita tingkatkan lagi komunikasi dengan Tuhan, lakukan doa puasa atau doa semalaman” ajak pria yang tinggal di BSD itu. Percayalah personal retreat dengan Tuhan akan membuat kita akan di-recharge sehingga kembali powerfull.

Dalam bagian lain Arman juga menerangkan mengenai konsep Brother Keepers. Untuk menjadi maksimal sesama fasilitator harus saling menguatkan karena pada dasarnya manusia tidak bisa menguatkan dirinya sendiri. Kemudian ia membagi 27 orang menjadi 9 kelompok @ 3 orang. Masing-masing diberi waktu 3-4 menit untuk saling mendoakan di seluruh aspek kehidupan masing-masing. Sungguh penulis mengalami sesuatu yang lain setelah didoakan oleh rekan.

“Selama ini kita sering terjebak selalu mendoakan program-program supaya berhasil. Tetapi tidak mendoakan diri rekan kita sesama fasilitator secara pribadi. Mulai sekarang jalankan konsep Brother Keepers dengan baik,” lanjut dosen di beberapa perguruan tinggi itu. Setiap kelompok diminta untuk tiap hari saling komunikasi minimal via SMS dan 1 kali 1 minggu bertemu untuk saling mendoakan brother-nya. Akui dan bicarakan dosa-dosa apa yang dibuat hari ini dalam hubungan dengan istri, anak, rekan kerja/bisnis/pelayanan. Jadi jangan selalu menanyakan berkat apa yang diterima. Kemudian saling menguatkan dan berusahalah jangan mengulangi dosa.

Pertemuan berakhir pukul 21.15. Para peserta training terlihat puas dan mendapat spirit yang baru dari materi yang telah diberikan. Kepada para panitia, fasilitator dan supervisor jangan lupa untuk mengikuti training pada Selasa, 4 September 2007, pukul 19.00

Kami mengundang anda untuk mengikuti Men’s Camp periode 5 pada tanggal 2, 6-7 Oktober 2007 mendatang dengan investasi Rp. 350.000,-. Peserta camp tidak terbatas hanya bagi yang mengalami masalah-masalah berat seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Perselingkuhan, Minuman Keras, Narkoba, Judi, Perdukunan, dll. Tetapi juga perlu bagi Pria yang merasa tidak ada masalah (normal/datar saja) atas kehidupan keluarga, karir/usaha dan pelayanannya, agar dapat lebih maksimal. (Novry Simanjuntak)

[+/-] Selengkapnya...

23.8.07

Kesaksian - Deky Dewanto


PENGALAMAN SAYA DI MEN'S CAMP

123....Yess....Dear rekan2 semua, saya mau berbagi info banyak hal positif yg saya dapatkan di Men's Camp tgl 9-10 Juni lalu yaitu sbb:
1. Bagaimana membangun pondasi bisnis yang kuat dan tidak hancur oleh konflik.
2. Menambah relasi bisnis dan sahabat yg saling support dalam satu komunitas.
3. Jatuh cinta kembali pada istri serta merasakan bulan madu yg barudan lebih indah.
4. Membuat anak lebih hormat dan sayang pada orangtua.
Mudah-mudahan ada rasa ketertarikan dari rekan lainnya untuk mengikuti Men's Camp ini

[+/-] Selengkapnya...