20.9.07

Tiga Tekanan Dalam Hidup Pria

Seorang pria berumur 45 tahun datang menghampiri saya dengan wajah sedih menceritakan kisah hidupnya yang menurutnya sudah tidak ada harapan. Kami bertemu beberapa bulan lalu seusai pertemuan Pria Sejati. Terkejut mendengar perkataannya, “Pak, jika saya tidak diajak teman untuk mengikuti acara ini, saya dan keluarga pasti sudah hangus terbakar di rumah.”

Ia melanjutkan, “Saya berencana membakar istri, anak-anak, dan saya sendiri di dalam rumah karena tidak sanggup lagi menghadapi masalah ini. Saya tidak ingin istri dan anak-anak menanggung beban ini. Jadi lebih baik kami mati.”

Dalam 2 tahun terakhir, saya menemukan banyak pria hidup mengenaskan seperti pria di atas. Keadaan tersebut ditemukan mulai dari hubungan suami-istri, orang tua-anak hingga masalah keuangan dan tekanan pekerjaan.

Walau banyak orang berpendapat, bahwa pria dianggap pelaku penyebab kekacauan rumah tangga, namun saya juga menemukan pria adalah ‘korban’. Korban masa lalunya yang buruk, korban respon orang-orang di sekelilingnya yang melecehkan dan meremehkan hidupnya.

Akhirnya pria menjadi sosok yang letih, stres, tertekan di tengah perubahan dan tantangan yang makin berat, demikian dikatakan Patrick Morley dalam bukunya, “Seven Seasons of the Man in the Mirror”.

Saya merangkum paling tidak ada 3 tekanan utama yang menyebabkan pria menjadi letih, stres, akhirnya memilih kabur dari masalah dan terjebak dalam perselingkuhan, perjudian, pembunuhan, dan sebagainya.

1. Tekanan Pekerjaan
Pria harus bekerja. Betul! Tapi yang menjadi tekanan adalah upaya mempertahankannya agar tetap bisa hidup. Pria jadi berhitung apakah penghasilannya cukup atau tidak. Belum lagi kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak, hutang kartu kredit yang tak kunjung selesai.

Sebaliknya, bagi yang memiliki keuangan mapan, bisa saja terjebak pada pemikiran bagaimana menghasilkan lebih banyak lagi. Belum lagi datang tekanan dari orang-orang muda yang lebih kreatif, memiliki energi kerja lebih besar dibanding orang-orang yang sudah tua.

Loyalitas sepertinya tidak dianggap sebagai sesuatu yang berarti, digantikan kreativitas, fleksibilitas dan kecepatan. Akibatnya, banyak pria mengejar performa hingga harus rela pulang lebih malam, menggunakan waktu berlibur keluarga dengan bekerja. Akhirnya menjadi stres, kuatir, takut digeser posisinya, dan kehilangan pekerjaan.

2. Tekanan Informasi & Komunikasi
Teknologi seharusnya membantu manusia dapat hidup lebih baik. Kenyataanya, banyak orang termasuk pria diperbudak teknologi. Orang yang tidak bijak, akhirnya mengorbankan prioritas lain termasuk waktu bersama keluarga.

Jangan-jangan komputer dan handphone sudah menjadi ‘pesaing’ keluarga. Bangun tidur yang dicari handphone, komputer, membuka email dan seterusnya. Sepertinya kita tidak bisa menghindar dari teknologi karena pekerjaan menuntut bisa dihubungi setiap saat dengan respon cepat.

Pria telah dibombardir informasi melalui teknologi, seakan-akan ada keharusan yang memaksa hingga harus menggeser prioritas waktu keluarganya. Sekalipun mereka mengatakan berlibur bersama keluarga, namun handphone mereka tetap berdering untuk urusan pekerjaan.

Di tengah berlibur, hadir stres. Sampai ada orang yang mengatakan tidak lagi “I hate Monday” (saya benci hari Senin), melainkan “I hate Sunday Evening” (saya benci hari Minggu sore), mengapa? Karena besoknya hari Senin, harus bekerja lagi.

Banyak istri dan anak-anak mengeluhkan suami dan papanya tidak lagi punya waktu untuk ngobrol tanpa gangguan. Padahal seharusnya, pria membutuhkan waktu untuk merefleksikan dirinya, istirahat tanpa gangguan, dan kesegaran bagi jiwanya.

3. Tekanan Perjalanan
Berapa banyak waktu yang dihabiskan seorang pria di tengah perjalanan? Hidup di kota besar seperti Jakarta, kita menghabiskan paling sedikit 3 jam di jalan. Dalam seminggu kita menghabiskan lebih kurang 1 hari hanya untuk perjalanan. Belum lagi tugas keluar kota dari kantor yang menggunakan pesawat terbang.

Perjalanan yang melelahkan ini berakibat pada kesehatan di mana kecenderungan mengkonsumsi makanan cepat saji sangat tinggi bahkan tidak teraturnya pola makan. Banyak pria tidak sehat hidupnya karena hal ini.

Tidak sehat membuat hubungan pria terganggu dengan keluarganya, ia menjadi tidak segar ketika pulang ke rumah. Saya menemukan sebagian besar kehancuran hidup pria ada di area ini. Ia menjadi rentan dengan godaan, khususnya hal seksual ketika melakukan perjalanan ke luar kota.

Apabila sebagai pria ditekan terus dengan ketiga hal itu, satu waktu ia menjadi dingin, kehilangan semangat, dan dapat berakibat fatal seperti pria di awal tadi.
Seandainya Anda seorang istri setelah membaca ini melihat bahwa suami Anda mengalami hal serupa, jangan putus asa. Ada sebuah cara yang dapat mengatasi ketiga tekanan ini. Pria harus mau datang kepada Tuhan untuk di’audit’ atau mengijinkan Tuhan melakukan ‘general check-up’ secara rohani dan jiwa.

Pria harus mau menyediakan waktu merefleksikan dirinya secara berkala, terhindar sesaat saja dari kesibukan, bertemu Sang Auditor hidup terbaik.
Ketika Tuhan melakukan ‘audit’, pandanglah bahwa DIA sebagai penolong. Pria yang saya ceritakan di awal tadi akhirnya dipulihkan Tuhan setelah ia menyerahkan dirinya untuk di’audit’ oleh Tuhan. Sungguh luar biasa, bukan?

Tuhan tidak akan pernah rela melihat Anda dan keluarga hidup dalam kehancuran. Jika Anda berkata sepertinya sudah terlambat, sudah terjerumus demikian parah, itu adalah tanda bahwa cara Anda sudah tidak mampu membereskan. Tinggal caranya Tuhan yang unik dan pasti selalu tepat pada waktu-NYA. Sekarang saatnya Anda membuka pikiran dan hati kepada DIA untuk sepenuhnya dibereskan dengan cara-NYA.
Bill Perkins menginspirasi banyak pria melalui prinsipnya yang berbunyi “Success at work, fail at home means FAIL COMPLETELY” (Sukses di pekerjaan, gagal dalam keluarga, adalah Gagal Seluruhnya). Mari menjadi pria yang sukses seutuhnya.

Oleh: Arman Harijanto
Trainer Christian Men’s Network Indonesia
Tulisan ini diinspirasikan dari Patrick Morley – Seven Seasons of the Man in the Mirror

Sumber: Majalah Komunitas AdInfo

[+/-] Selengkapnya...

3.9.07

Brother Keepers

Mentoring adalah bagian yang sangat penting dalam kegiatan yang berhubungan dengan proses mencapai keberhasilan. Dalam aktifitas rohani sangat jelas bahwa target/goal dari mentoring adalah membuat mentoree (yang dimentor) mengalami pemulihan dan akhirnya menjadi seperti Kristus. Jadi jelas kegiatan mentoring ini harus dipersiapkan dengan matang dan terkonsep dengn baik.

123… Yes…. Menyadari begitu pentingnya kegiatan mentoring dan mengetahui bahwa keberhasilan peserta untuk mengalami breakthrough dalam arti sesungguhnya sangat tergantung dari peran aktif seorang fasilitator, Panitia Men’s Camp Area Semanan memulai pelaksanaan camp periode 5 dengan training khusus untuk para mentor/fasilitator.

Training intensif secara serius akan dilakukan 4 kali berturut-turut setiap hari Selasa oleh trainer-trainer dari Christian Men’s Network Indonesia (CMNI), dimulai 28 Agustus pukul 19.00 lalu di ruang Eagle. Nantinya para fasilitator ditargetkan mempunyai pengetahuan yang baik perihal sharing, relationship, doa, pelepasan dan semua materi yang akan dibahas di 13 sesi dari pemuridan Pria Sejati.

Pada training pertama yang dihadiri 27 fasilitator dan supervisor, tampil Arman dan Bambang Irawan sebagai pembicara. Karena peserta yang hadir rata-rata telah menjadi fasilitator pada periode-periode sebelumnya, Arman sudah tidak menekankan lagi mengenai materi-materi dari 13 sesi dari pemuridan Pria Sejati.

Dalam uraian sesuai dengan Lukas 6, Arman menyatakan di dalam pelayanannya Yesus melakukan persiapan yang cukup serius dimana Ia membaginya menurut waktu-waktu tertentu. Dimulai dari malam hari Yesus melakukan persiapan dengan terlebih dahulu melakukan retreat dengan BapaNya (berdoa secara serius & tekun). Pada siang hari Ia dengan penuh keyakinan memilih 12 orang muridnya dari banyak calon yang ada. Dan baru pada sore hari Ia melakukan pelayanan dengan melakukan muzizat-muzizat.

Maknanya? Pelayanan seorang fasilitator harus dipersiapkan dengan matang seperti Kristus. Sebelum memulai pelayanan kepada para peserta, sebagai fasilitator terlebih dulu harus sering melakukan komunikasi (personal retreat) dengan Tuhan terutama pada malam hari. Kemudian harus yakin dan percayalah bahwa fasilitator adalah orang pilihan Tuhan. Oleh karenanya jaga kepercayaan itu dengan baik agar bisa menjadi panutan bagi peserta atau bahkan orang-orang terdekat di lingkungannya. Pelihara komitmen paling tidak dari kehadiran. Dan barulah setelah itu seorang fasilitator bisa mengalami “sore”, dalam arti bisa membuat “muzizat” dimana binaannya mengalami perubahan menuju keserupaan dengan Kristus. Dashyat bukan.

Dibagian lain Arman juga memberikan pencerahan agar para fasilitator tidak loyo dan mengalami kebosonan dalam pelayanan di Pria Sejati. “Saya melihat dan merasakan banyak fasilitator di sini yang sudah mulai loyo dalam melayani,” urai Arman. “Ayo cari penyebabnya. Saya yakin itu karena anda jarang melakukan personal retreat dengan Tuhan pada malam hari. Mari kita tingkatkan lagi komunikasi dengan Tuhan, lakukan doa puasa atau doa semalaman” ajak pria yang tinggal di BSD itu. Percayalah personal retreat dengan Tuhan akan membuat kita akan di-recharge sehingga kembali powerfull.

Dalam bagian lain Arman juga menerangkan mengenai konsep Brother Keepers. Untuk menjadi maksimal sesama fasilitator harus saling menguatkan karena pada dasarnya manusia tidak bisa menguatkan dirinya sendiri. Kemudian ia membagi 27 orang menjadi 9 kelompok @ 3 orang. Masing-masing diberi waktu 3-4 menit untuk saling mendoakan di seluruh aspek kehidupan masing-masing. Sungguh penulis mengalami sesuatu yang lain setelah didoakan oleh rekan.

“Selama ini kita sering terjebak selalu mendoakan program-program supaya berhasil. Tetapi tidak mendoakan diri rekan kita sesama fasilitator secara pribadi. Mulai sekarang jalankan konsep Brother Keepers dengan baik,” lanjut dosen di beberapa perguruan tinggi itu. Setiap kelompok diminta untuk tiap hari saling komunikasi minimal via SMS dan 1 kali 1 minggu bertemu untuk saling mendoakan brother-nya. Akui dan bicarakan dosa-dosa apa yang dibuat hari ini dalam hubungan dengan istri, anak, rekan kerja/bisnis/pelayanan. Jadi jangan selalu menanyakan berkat apa yang diterima. Kemudian saling menguatkan dan berusahalah jangan mengulangi dosa.

Pertemuan berakhir pukul 21.15. Para peserta training terlihat puas dan mendapat spirit yang baru dari materi yang telah diberikan. Kepada para panitia, fasilitator dan supervisor jangan lupa untuk mengikuti training pada Selasa, 4 September 2007, pukul 19.00

Kami mengundang anda untuk mengikuti Men’s Camp periode 5 pada tanggal 2, 6-7 Oktober 2007 mendatang dengan investasi Rp. 350.000,-. Peserta camp tidak terbatas hanya bagi yang mengalami masalah-masalah berat seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Perselingkuhan, Minuman Keras, Narkoba, Judi, Perdukunan, dll. Tetapi juga perlu bagi Pria yang merasa tidak ada masalah (normal/datar saja) atas kehidupan keluarga, karir/usaha dan pelayanannya, agar dapat lebih maksimal. (Novry Simanjuntak)

[+/-] Selengkapnya...

23.8.07

Kesaksian - Deky Dewanto


PENGALAMAN SAYA DI MEN'S CAMP

123....Yess....Dear rekan2 semua, saya mau berbagi info banyak hal positif yg saya dapatkan di Men's Camp tgl 9-10 Juni lalu yaitu sbb:
1. Bagaimana membangun pondasi bisnis yang kuat dan tidak hancur oleh konflik.
2. Menambah relasi bisnis dan sahabat yg saling support dalam satu komunitas.
3. Jatuh cinta kembali pada istri serta merasakan bulan madu yg barudan lebih indah.
4. Membuat anak lebih hormat dan sayang pada orangtua.
Mudah-mudahan ada rasa ketertarikan dari rekan lainnya untuk mengikuti Men's Camp ini

[+/-] Selengkapnya...

18.8.07

Renungan Buat yang Sibuk Berkarir/Bisnis

Seperti biasa Teddy, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Boy, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya Boy memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.


Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Boy menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?" "Lho, tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya?""Ah, enggak. Pengen tahu aja." "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan minggu libur, kadang sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?"

Boy berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Teddy beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Boy berlari mengikutinya."Kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000,- dong," katanya. "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Teddy.

Tetapi Boy tak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Boy kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp.5.000,- nggak?""Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah. "Tapi Papa..."Kesabaran Teddy habis."Papa bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Boy.

Anak kecil itu punberbalik menuju, kamarnya. Usai mandi, Teddy nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Boy di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Boy didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Teddy berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Boy". Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok'kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih."

"Papa, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikankalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini." Iya, iya, tapi buat apa?" tanya Teddy lembut. "Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit saja, mama sering bilang kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-.Tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam aku harus ganti Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,- . Makanya aku mau pinjam dari Papa," kata Boy polos.

Teddy terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang diaberikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya. (sumber majalah komunitas AdInfo)

[+/-] Selengkapnya...

14.8.07

Tau gak sih..... Ayah itu sangat MENAKJUBKAN!!!!

Daripada dirinya sendiri, Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. Dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.

Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis....jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala.

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.

Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan". Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill.

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah

AYAH ITU MURAH HATI..... Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
kamu butuhkan.... .

Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ....

Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka.....

Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....

Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ..

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata "tanyakan saja pada ibumu" ketika ia ingin berkata "tidak".

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya....

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya...

Ayah tidak suka meneteskan air mata .... ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster... tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: "jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan: "jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....

Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....

Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah,
ssssssssttt. ..! Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN

[+/-] Selengkapnya...

25.7.07

Wisuda Periode 4 - Terobosan Besar Perlu Iman Kekar




123 (OneTwoThree) …. YES. Demikian salam motivasi khas Pria Sejati, dinyatakan penuh semangat oleh banyak pria. Mereka diutus untuk kembali ke tengah-tengah keluarga, gereja, bisnis dan masyarakat masing-masing. Suatu hal yang membanggakan sekaligus tantangan yang mesti harus diperjuangan

Minggu, 22 Juli 2007 lalu, bersamaan dengan kebaktian umum sore, berlangsung wisuda Pria Sejati area Semanan yang telah memasuki Periode 4. Sebanyak 70 pria dinyatakan siap untuk diutus setelah mengikuti pembinaan pada pra camp, camp dan 6 sesi pemuridan.

Acara diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh Albert dan Altjin Wijaya, diikuti kesaksian oleh 2 orang pria. Masing-masing mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti Men’s Camp ini, mereka merasa sudah sejati sebagai seorang Pria. “Saya sudah mempunyai 5 putera, 2 puteri, 3 cucu dan saya sudah memberikan semua kebutuhan mereka. Saya sudah pria sejati dong, jadi untuk apa lagi saya ikut camp,” kata Suhadi Misran sebelum mengikuti camp.

Demikian juga dengan Oei Tino yang merasa sudah memberi banyak hal kepada anak dan istrinya. akhirnya setelah mengikuti camp, baru mereka sadar dan terbuka bahwa ternyata mereka belum maksimal. “Saya merasakan jamahan Tuhan dan sadar bahwa apa yang saya pikir bahwa saya sudah sejati, tenyata belum,” katanya. Selanjutnya pria yang terhitung baru ke gereja ini menyatakan, “Saya akan berubah lebih baik lagi.”

Acara dilanjutkan dengan pembacaan janji untuk tetap menjadi pria sejati oleh Yohanes Guntur yang diikuti oleh peserta lain, serta kesan dan pesan dari peserta yang diwakili oleh Pdt Rusel Manullang. Kemudian Pdt Hengky Setiawan tampil ke mimbar untuk memberikan doa pengutusan kepada para wisudawan. “Jika Pria berubah dan menjadi maksimal maka keluarga, gereja dan bahkan bangsamu pasti akan diberkati. Saudara-saudaraku pulanglah, kami utus engkau masuk dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan dan masyarakat. Dimanapun engkau berada, wibawa Kristus akan terpancar di wajahmu. Jadilah pria yang bisa menjadi teladan………,” doa Pdt Hengky Setiawan.

Kemudian pada bagian khotbah dengan tema Terobosan Hidup (Lukas 18:31-43), Pdt Hengky Setiawan mengungkapkan beberapa hal. Kepada para pria khususnya beliau menyatakan bahwa untuk keluar dari masalah atau mendapatkan muzizat, kita harus melakukan perubahan/terobosan yang besar. Sedangkan untuk membuat terobosan yang besar diperlukan iman yang kuat (sejati, teruji dan terbukti). Iman sendiri harus memiliki tahapan tahu, percaya dan bertindak.

Panitia dan fasilitator camp Pria Sejati area Semanan mengucapkan selamat kepada para wisudawan Pria Sejati periode 4. Perjuangan kita untuk menuju keserupaan dengan Kristus baru dimulai. Sebab bagi seorang pria sejati, dosa adalah dosa. Dosa bukanlah sekedar masalah. Akan banyak tantangan baik dari keluarga terdekat kita atau yang lain. Jangan lupa perubahan bukanlah perubahan, sampai terjadi suatu perubahan. Dan pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang tidak pernah berhenti mencoba.

Bagi anda alumni Pria Sejati yang mengalami jamahan Tuhan, merasa dipulihkan dan mendapat berkat serta memperoleh spirit menjadi pria yang maksimal atau lebih maksimal, jangan tahan berkat tersebut dan bagikanlah. Ajak keluarga, tetangga, rekan gereja, rekan kerja/bisnis anda untuk ikut camp periode berikutnya.

Mari kita ubah dunia, percayalah makin banyak pria berubah, makin banyak keluarga diberkati, gereja makin bertumbuh dan bangsa kita akan dipulihkan.

Peserta camp Pria Sejati tidak terbatas hanya bagi yang mengalami masalah-masalah berat seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Perselingkuhan, Minuman Keras, Narkoba, Judi, Perdukunan, dll. Tetapi juga perlu bagi Pria yang merasa tidak ada masalah (normal/datar saja) atas kehidupan keluarga, karir/usaha dan pelayanannya, agar dapat lebih maksimal.

Camp periode 5 akan dilaksanakan pada tanggal 2, 6-7 Oktober 2007. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut hubungi: Eddy Adiel 0811 144 655, Novry Simanjuntak 6866 9989, 0811 99 29 89

[+/-] Selengkapnya...